Sobat Materi Kimia SMA, dalam sel elektrokimia
, untuk mendorong elektron mengalir melalui rangkaian luar dan
menggerakkan ion-ion di dalam larutan menuju elektrode diperlukan suatu
usaha. Usaha atau kerja yang diperlukan ini dinamakan Gaya Gerak
Listrik, disingkat GGL.
Kerja
yang diperlukan untuk menggerakkan muatan listrik (GGL) di dalam sel
bergantung pada perbedaan potensial di antara kedua elektrode. Beda
potensial ini disebabkan adanya perbedaan kereaktifan logam di antara
kedua elektrode. Nilai GGL sel merupakan gabungan dari potensial anode
(potensial oksidasi) dan potensial katode (potensial reduksi). Dalam
bentuk persamaan ditulis sebagai berikut.
GGL (Esel) = potensial reduksi + potensial oksidasi
Potensial
reduksi adalah ukuran kemampuan suatu oksidator (zat pengoksidasi = zat
tereduksi) untuk menangkap elektron dalam setengah reaksi reduksi.
Potensial oksidasi kebalikan dari potensial reduksi dalam reaksi sel
elektrokimia yang sama.
Potensial oksidasi = –Potensial reduksi
Tinjaulah setengah reaksi sel pada elektrode Zn dalam larutan ZnSO4. Reaksi setengah selnya sebagai berikut.
Zn(s) → Zn2+(aq) + 2e–
Jika –EZn adalah potensial elektrode untuk setengah reaksi oksidasi, +EZn adalah potensial untuk setengah sel reduksinya:
Potensial oksidasi: Zn(s) → Zn2+(aq) + 2e– EZn = –EZn V
Potensial reduksi : Zn2+(aq) + 2e– →Zn(s) EZn = EZn V
Sel elektrokimia yang terdiri atas elektrode Zn dan Cu dengan reaksi setengah sel masing-masing:
Cu2+(aq) + 2e– → Cu(s) ECu = ECuV
Zn2+(aq) + 2e– → Zn(s) EZn = EZnV
Nilai GGL sel elektrokimia tersebut adalah: Esel = ECu + (–EZn) = ECu – EZn
Dengan
demikian, nilai GGL sel sama dengan perbedaan potensial kedua
elektrode. Oleh karena reaksi reduksi terjadi pada katode dan reaksi
oksidasi terjadi pada anode maka nilai GGL sel dapat dinyatakan sebagai
perbedaan potensial berikut.
Esel = EReduksi – EOksidasi atau Esel = EKatode – EAnode
Nilai
potensial elektrode tidak bergantung pada jumlah zat yang terlibat
dalam reaksi. Berapapun jumlah mol zat yang direaksikan, nilai potensial
selnya tetap. Contoh:
Cu2+(aq ) + 2e– → Cu(s) ECu = ECu V
2Cu2+(aq ) + 4e– → 2Cu(s) ECu = ECu V
Tidak ada komentar:
Posting Komentar